Sistem
Informasi Akuntansi
Mutiara
Rachmah Soleha
14320058
Konsep Dasar Sistem Informasi Dan
Hubungan Antara Lingkungan Bisnis Dan SIA
Pengertian Sistem
Sistem
adalah sekelompok komponen dan elemen yang digabungkan menjadi satu untuk
mencapai tujuan tertentu. Sistem berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma) adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang
dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi untuk
mencapai suatu tujuan. Istilah ini sering dipergunakan untuk menggambarkan
suatu set entitas yang berinteraksi, di mana suatu model
matematika seringkali bisa dibuat.
Sistem
juga merupakan kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan yang berada dalam
suatu wilayah serta memiliki item-item penggerak, contoh umum misalnya seperti
negara. Negara merupakan suatu kumpulan dari beberapa elemen kesatuan lain
seperti provinsi yang saling berhubungan sehingga membentuk suatu negara dimana
yang berperan sebagai penggeraknya yaitu rakyat yang berada dinegara tersebut.
Pengertian
system menurut Prof Sumantri adalah sekelompok bagian-bagian yang bekerja
bersama-sama untuk melakukan suatu tujuan, apabila salah satu bagian rusak atau
tidak dapat menjalankan tugasnya, maka tujuan yang hendak dicapai tidak akan
terpenuhi atau tercapai.
Ada
banyak pendapat tentang pengertian dan definisi sistem yang dijelaskan oleh
beberapa ahli. Berikut pengertian dan definisi sistem menurut beberapa ahli:
1.
Jogianto (2005:2), Sistem adalah kumpulan
dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
Sistem ini menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan yang nyata,
seperti tempat, benda dan orang-orang yang betul-betul ada dan terjadi.
2.
Indrajit (2001:2), Sistem adalah
kumpulan-kumpulan dari komponen-komponen yang memiliki unsur keterkaitan antara
satu dengan lainnya.
3.
Lani Sidharta (1995:9), Sistem adalah
himpunan dari bagian-bagian yang saling berhubungan, yang secara bersama
mencapai tujuan-tujuan yang sama.
4.
Murdick, R. G (1991:27), Sistem adalah
seperangkat elemen yang membentuk kumpulan atau prosedur-prosedur atau
bagan-bagan pengolahan yang mencari suatu tujuan bagian atau tujuan bersama
dengan mengoperasikan data dan/atau barang pada waktu rujukan tertentu untuk
menghasilkan informasi dan/atau energi dan/atau barang.
5.
Davis, G. B (1991:45), Sistem adalah kumpulan
dari elemen-elemen yang beroperai bersama-sama untuk menyelesaikan suatu
sasaran.
Terdapat
2 kelompok pendekatan di dalam menjelaskan system, yaitu: yang merujuk pada
prosedurnya dan yang menitikberatkan pada elemen-elemennya.
Ø Definisi system yang menekankan pada
prosedurnya.
Suatu sistem adalah suatu jaringan kerja dari
prosedur-prosedur yang saling berhubungan berkumpul bersama- sama untuk
melakukan suatu kegiatan atau untuk melakukan suatu sasaran tertentu
Ø Definisi system yang menekanan pada
elemannya.
Komponen-komponen atau sub-sub sistem dalam suatu sistem
tidak dapat berdiri lepas sendiri-sendiri, komponen atau sub saling berinteraksi
dan saling berhubungan dan membentuk suatu kesatuan sehingga tujuan atau
sasaran sistem tersebut dapat tercapai
Konsep Dasar Sistem
Supaya
dapat memahami atau dapat mendefinisikan sebuah system terdapat dua pendekatan
yang dapat digunakan untuk menerangkannya, yaitu dengan pendekatan:
a. Prosedur
Yaitu
“suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang berupa urutan kegiatan yang
saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu”
Prosedur adalah “rangkaian operasi klerikal (tulis menulis),
yang melibatkan beberapa orang di dalam satu atau lebih departemen yang
digunakan untuk menjamin penanganan yang seragam dari transaksi- transaksi
bisnis yang jerjadi serta untuk menyelesaikan suatu kegiatan tertentu”.
Urutan kegiatan digunakan untuk menjelaskan apa (what) yang
harus dikerjakan, siapa (who) yang mengerjakannya, kapan (when) dikerjakan dan
bagaimana(how) mengerjakannya.
b. Komponen/elemen
Yaitu “kumpulan komponen yang saling berkaitan dan bekerja
sama untuk mencapai suatu tujuan tertentu”.
Suatu sistem dapat terdiri dari beberapa sub-sub system, dan
sub-sub sistem tersebut dapat pula terdiri dari beberapa sub-sub sistem yang lebih
kecil.
Contoh:
Sistem Akuntansi
terdiri dari sub sistem akuntansi
penjualan, sub sistem akuntansi pembelian, sub sistem akuntansi
penggajian dan sub sistem akuntansi biaya, dengan dokumen-dokumen
dasar sebagai komponennya, seperti buku jurnal, buku besar, buku pembantu,
neraca saldo, laporan rugi/laba, dan laporan perubahan modal.
Gambar konsep system
informasi
Sifat Dan Karakter Sistem
1. Komponen Sistem
(Components)
Suatu sistem terdapat atas sejumlah komponen yang
berinteraksi atau berkomunikasi yang artinya saling bekerja sama membentuk satu
kesatuan.
2. Batas Sistem(Boundary)
Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem satu dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas suatu sistem menunjukan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut.
3. Lingkungan Luar Sistem
(Environments)
Lingkungan luar adalah apapun diluar batas dari sistem yang
mempengaruhi operasi sistem.
4. Penghubung sistem
(Interface)
Penghubung merupakan media antara suatu subsistem dengan
subsistem yang lainya, Dengan penghubung satu subsistem yang membentuk satu
kesatuan.
5. Masukan Sistem (Input)
Masukan adalah energi yang di masukan ke dalam sistem.
Masukan dapat berupa masukan perawatan (maintenance input) dan masukan signal
(signal input).
6. Keluaran Sistem(Output)
keluaran adalah hasil dari energi yang diolah dan di klasifikasikan
menjadi keluaran yang berguna dan sisa Pembuagan.
7. Pengelolaan Sistem
(Process)
Suatu sistem dapat mempunyai bagian pengelolaan yang akan
merubah masukan menjadi keluaran .
8. Sasaran system
(Objectives) atau tujuan (Goal)
Suatu sistem pasti mempunyai sasaran atau tujuan jika sistem
yang tidak mempunyai tujuan dan sasaran maka operasi sistem tidak akan ada
gunaya, sasaran dari sistem sangat menentukan sekali masukan yang dibutuhkan
sistem dan keluaran yang akan di hasilkan sistem, suatu sistem akan di katakan
berhasil jika mengenai sasaran atau tujuan.
Klasifikasi Sistem
1.
Sistem Abstrak dan Fisik
o
Sistem Abstrak: Sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak
secara fisik.
Misalnya: Sistem Agama
o
Sistem Fisik: Sistem yang secara fisik dapat dilihat.
Misalnya: Perusahaan,
Komputer
2.
Sistem Deterministik dan Probabilistik
o
Sistem Deterministik: Sistem yang operasinya dapat diprediksi secara tepat.
Contoh: Sistem Komputer.
o
Sistem Probabilistik: Sistem yang tidak dapat diprediksi dengan pasti karena
mengandung unsur probabilitas.
Contoh: Sistem
Evapotranspirasi, Sistem Serapan Hara, Sistem Fotosintesis.
3.
Sistem Tertutup dan Sistem Terbuka.
o
Sistem Tertutup: Sistem yang tidak berhubungan dengan lingkungan dan tidak
dipengaruhi oleh lingkungan.
Contoh: Sistem Reaksi Kimia
dalam Tabung Reaksi yang terisolasi.
o
Sistem Terbuka: Sistem yang berhubungan dengan lingkungan dan dipengaruhi
oleh lingkungan.
Contohnya: Sistem Tanah.
4.
Sistem Alamiah dan Sistem Buatan Manusia.
o
Sistem Alamiah: Sistem yang terbentuk melalui proses alami.
Contoh: Sistem Tata Surya.
o
Sistem Buatan Manusia: Sistem yang dibuat oleh manusia.
Contoh: Sistem Komputer,
Sistem Mobil.
5.
Sistem Sederhana dan Sistem Kompleks.
o
Sistem Sederhana: Sistem yang tidak rumit atau sistem dengan tingkat
kerumitan rendah.
Contoh: Sistem Sepeda, Mesin
Ketik, Sistem Infiltrasi Tanah.
o
Sistem Kompleks: Sistem yang rumit.
Contoh: Sitem Otak Manusia,
Sistem Komputer, sistem Keseimbangan Hara Essensial dalam Tanah.
Sistem Informasi Sumber Daya Lahan: merupakan sistem buatan manusia, sistem terbuka dan sistem
fisik, tetapi dapat termasuk sistem kompleks maupun sederhana dan sistem
Deterministik maupun Probabilistik
Siklus Informasi
Siklus
informasi adalah gambaran secara umum mengenai proses terhadap data sehingga
menjadi informasi yang bermanfaat bagi pengguna. Informasi yang menghasilkan
informasi berikutnya. Demikian seterusnya proses pengolahan data menjadi
informasi. Proses menghasilkan informasi harus melalui tahapan-tahapan yang
dilakukan komputer sebagai teknologi informasi. Tahapan-tahapan tersebut
terdiri atas Input – Proses – Output yang disebut sebagai siklus proses
informasi. Artinya, bila tahap telah sampai pada output maka output tersebut
dapat dijadikan input kembali. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa inormasi
yang dihasilakn dapat pula dijadikan data kembali sebagai input untuk diproses
selanjutnya.
Data
merupakan bentuk mentah yang belum dapat bercerita banyak, sehingga perlu
diolah lebih lanjut. Data ditangkap sebagai input, diproses melalui suatu model
membentuk informasi. Pemakai kemudian menerima informasi tersebut sebagai
landasan untuk membuat suatu keputusan dan melakukan tindakan operasional yang
akan membuat sejumlah data baru. Data baru tersebut selanjutnya menjadi input
pada proses berikutnya, begitu seterusnya sehingga membentuk suatu siklus
intormasi/ Information Cycle (Tata Sutabri, 2004:17)
Penjelasan
dari gambar di atas:
Data diolah melalui suatu
model menjadi sebuah informasi, penerima kemudian menerima informasi tersebut,
membuat suatu keputusan dan melakukan tindakan, yang berarti menghasilkan
tindakan lain yang akan membuat sejumlah data kembali, data yang di tangkap
dianggal sebagai input di proses kembali melalui model, dan begitu seterusnya
membentuk sebuah siklus.
Kualitas Informasi
Kualitas
informasi sangat dipengaruhi atau ditentukan oleh tiga hal pokok, yaitu akurasi
(accuracy), relevansi (relevancy), dan tepat waktu (timeliness). (Agus
Mulyanto, 2009 : 247).
a.
Akurasi
(accuracy)
Sebuah
informasi harus akurat karena dari sumber informasi hingga penerima informasi
kemungkinan banyak terjadi gangguan yang dapat mengubah atau merusak informasi
tersebut. Informasi dikatakan akurat apabila informasi tersebut tidak bias atau
menyesatkan, bebas dari kesalahan-kesalahan dan harus jelas mencerminkan
maksudnya.
Ketidakakuratan
sebuah informasi dapat terjadi karena sumber informasi (data) mengalami
gangguan atau kesengajaan sehingga merusak atau mengubah data-data asli
tersebut.
Beberapa
hal yang dapat berpengaruh terhadap keakuratan sebuah informasi antara lain
adalah:
1.
Informasi yang akurat harus
memiliki kelengkapan yang baik, karena bila informasi yang dihasilkan sebagian
tentunya akan memengaruhi dalam pengambilan keputusan atau menentukan tindakan
secara keseluruhan, sehingga akan berpengaruh terhadap kemampuannya untuk
mengontrol atau memecahkan suatu masalah dengan baik.
2.
Informasi yang dihasilkan
oleh proses pengolahan data, haruslah benar sesuai dengan
perhitungan-perhitungan yang ada dalam proses tersebut.
3.
Informasi harus aman dari
segala gangguan (noise) dapat mengubah atau merusak akurasi informasi tersebut
dengan tujuan utama.
b.
Tepat
Waktu (timeliness)
Informasi
yang dihasilkan dari suatu proses pengolahan data, datangnya tidak boleh
terlambat (usang). Informasi yang terlambat tidak akan mempunyai nilai yang baik,
karena informasi merupakan landasan dalam pengambilan keputusan. Kesalahan
dalam mengambil keputusan akan berakibat fatal bagi perusahaan. Mahalnya
informasi disebabkan harus cepat dan tepat informasi tersebut didapat. Hal itu
disebabkan oleh kecepatan untuk mendapatkan, mengolah dan mengirimkan informasi
tersebut memerlukan bantuan teknologi-teknologi terbaru. Dengan demikian
diperlukan teknologi-teknologi mutakhir untuk mendapatkan, mengolah, dan
mengirimkan informasi tersebut.
c.
Relevansi
(relevancy)
Informasi
dikatakan berkualitas jika relevan bagi pemakainya. Hal ini berarti bahwa
informasi tersebut harus bermanfaat bagi pemakainya. Relevansi informasi untuk
tiap-tiap orang satu dengan lainnya berbeda. Misalnya, informasi mengenai
kerusakan infrastruktur laboratorium komputer ditujukan kepada rektor
universitas. Tetapi akan lebih relevan apabila ditujukan kepada penanggung
jawab laboratorium.
Nilai Informasi
Parameter
untuk mengukur nilai sebuah informasi (value of information) ditentukan
dari dua hal pokok yaitu manfaat (benefit) dan biaya (cost).
Namun, dalam kenyataannya informasi yang biaya untuk mendapatkannya tinggi
belum tentu memiliki manfaat yang tinggi pula.
Menurut Sutarman (2012:14), Nilai dari informasi ditentukan oleh lima hal
yaitu:
1.
Untuk memperoleh pemahaman dan manfaat.
2.
Untuk mendapatkan pengalaman.
3.
Pembelajaran yang terakumulasi sehingga dapat
diaplikasikan dalam pemecahan masalah atau proses bisnis tertentu.
4.
Untuk mengekstrak inplikasi kritis dan
merfleksikan pengalaman masa lampau yang menyedikan pengetahuan yang
terorganisasi dengan nilai yang tinggi. Nilai ini bisa menghindari seorang
menajer darimembuat kesalahan yang sama yang dilakukan oleh manajer lain
sebelumnya.
5.
Suatu informasi dikatakan bernilai bila
manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkannya. Sebagian
besar informasi tidak dapat ditaksir keuntungannya dengan suatu nilai uang,
tetapi dapat ditaksir nilai efektivitasnya.
Menurut
Gordon B. Davis nilai informasi
dikatakan sempurna apabila perbedaan antara kebijakan optimal, tanpa informasi
yang sempurna dan kebijakan optimal menggunakan informasi yang sempurna dapat
dinyatakan dengan jelas.
Nilai
suatu informasi dapat ditentukan berdasarkan sifatnya. Tentang 10 sifat yang
dapat menentukan nilai informasi, yaitu sebagai berikut :
1. Kemudahan dalam memperoleh
Informasi
memiliki nilai yang lebih sempurna apabila dapat diperoleh secara mudah.
Informasi yang penting dan sangat dibutuhkan menjadi tidak bernilai jika sulit
diperoleh.
2. Sifat luas dan kelengkapannya
Informasi
mempunyai nilai yang lebih sempurna apabila mempunyai lingkup/cakupan yang luas
dan lengkap. Informasi sepotong dan tidak lengkap menjadi tidak bernilai,
karena tidak dapat digunakan secara baik.
3. Ketelitian (accuracy)
Informasi
mempunyai nilai yang lebih sempurna apabila mempunyai ketelitian yang
tinggi/akurat. Informasi menjadi tidak bernilai jika tidak akurat, karena akan
mengakibatkan kesalahan pengambilan keputusan.
4. Kecocokan dengan pengguna (relevance)
Informasi
mempunyai nilai yang lebih sempurna apabila sesuai dengan kebutuhan
penggunanya. Informasi berharga dan penting menjadi tidak bernilai jika tidak
sesuai dengan kebutuhan penggunanya, karena tidak dapat dimanfaatkan untuk
pengambilan keputusan.
5. Ketepatan waktu
Informasi
mempunyai nilai yang lebih sempurna apabila dapat diterima oleh pengguna pada
saat yang tepat. Informasi berharga dan penting menjadi tidak bernilai jika
terlambat diterima/usang, karena tidak dapat dimanfaatkan pada saat pengambilan
keputusan.
6. Kejelasan (clarity)
Informasi
yang jelas akan meningkatkan kesempurnaan nilai informasi. Kejelasan informasi
dipengaruhi oleh bentuk dan format informasi.
7. Fleksibilitas/ keluwesannya
Nilai
informasi semakin sempurna apabila memiliki fleksibilitas tinggi. Fleksibilitas
informasi diperlukan oleh para manajer/pimpinan pada saat pengambilan
keputusan.
8. Dapat dibuktikan
Nilai
informasi semakin sempurna apabila informasi tersebut dapat dibuktikan
kebenarannya. Kebenaran informasi bergantung pada validitas data sumber yang
diolah.
9. Tidak
ada prasangka
Nilai
informasi semakin sempurna apabila informasi tersebut tidak menimbulkan
prasangka dan keraguan adanya kesalahan informasi.
10. Dapat
diukur
Informasi
untuk pengambilan keputusan seharusnya dapat diukur agar dapat mencapai nilai
yang sempurna.
Komponen Sistem Informasi
Sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebut
blok bangunan (building blok), yang terdiri dari komponen input, komponen
model, komponen output, komponen teknologi, komponen hardware, komponen
software, komponen basis data, dan komponen kontrol. Semua komponen tersebut
saling berinteraksi satu dengan yang lain membentuk suatu kesatuan untuk
mencapai sasaran.
1. Komponen input
Input mewakili data yang masuk kedalam
sistem informasi. Input disini termasuk metode dan media untuk menangkap data
yang akan dimasukkan, yang dapat berupa dokumendokumen dasar.
2. Komponen model
Komponen ini terdiri dari kombinasi
prosedur, logika, dan model matematik yang akan memanipulasi data input dan
data yang tersimpan di basis data dengan cara yag sudah ditentukan untuk
menghasilkan keluaran yang diinginkan.
3. Komponen output
Hasil dari sistem informasi adalah
keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna
untuk semua pemakai sistem.
4. Komponen teknologi
Teknologi merupakan “tool box” dalam
sistem informasi, Teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model,
menyimpan dan mengakses data, neghasilkan dan mengirimkan keluaran, dan
membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan.
5. Komponen hardware
Hardware berperan penting sebagai suatu
media penyimpanan vital bagi sistem informasi.Yang berfungsi sebagai tempat
untuk menampung database atau lebih mudah dikatakan sebagai sumber data dan
informasi untuk memperlancar dan mempermudah kerja dari sistem informasi.
6. Komponen software
Software berfungsi sebagai tempat untuk
mengolah,menghitung dan memanipulasi data yang diambil dari hardware untuk
menciptakan suatu informasi.
7. Komponen basis data
Basis data (database) merupakan kumpulan
data yang saling berkaitan dan berhubungan satu dengan yang lain, tersimpan di
pernagkat keras komputer dan menggunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya.
Data perlu disimpan dalam basis data untuk keperluan penyediaan informasi lebih
lanjut. Data di dalam basis data perlu diorganisasikan sedemikian rupa supaya
informasi yang dihasilkan berkualitas. Organisasi basis data yang baik juga
berguna untuk efisiensi kapasitas penyimpanannya. Basis data diakses atau
dimanipulasi menggunakan perangkat lunak paket yang disebut DBMS (Database
Management System).
8. Komponen control
Banyak hal yang dapat merusak sistem
informasi, seperti bencana alam, api, te,peratur, air, debu, kecurangan-kecurangan,
kegagalan-kegagalan sistem itu sendiri, ketidak efisienan, sabotase dan lain
sebagainya. Beberapa pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk
meyakinkan bahwa halhal yang dapat merusak sistem dapat dicegah ataupun bila
terlanjur
terjadi kesalahan-kesalahan dapat langsung cepat diatasi.
terjadi kesalahan-kesalahan dapat langsung cepat diatasi.
Hubungan Antara Lingkungan Bisnis Dengan
SIA
Organisasi adalah kumpulan unit kerja atau pengambilan
keputusan untuk mewujudkan tujuan. Sebagai sistem, setiap organisasi menerima
masukan-masukan dan mengubah menjadi keluaran-keluaran dalam bentuk produk atau
jasa. Misalnya suatu universitas menerima masukan-masukan berupa waktu yang
dimiliki tenaga pengajar dan para mahasiswa, dan mengubah masukan-masuka ini
menjadi beragam keluaran untuk tujuan pengembangan pendidikan dan ilmu
pengatahuan.
Struktur organisasi adalah penggambaran cara-cara yang
digunakan oleh manajer untuk mengarahkan dan mengkoordinasikan suatu kegiatan
perusahaan. Bagan organisasi merupakan diagram yang menggambarkan suatu
struktur organisasi yang mengandung kotak yang menunjukkan pusat-pusat
pertanggungjawaban seorang manajer dan garis yang berhubungan dengan
pusat-pusat pertanggungjawaban. Dari sudut pandang sistem informasi, adanya
struktur organisasi membantu masayarakat menjelaskan aliran informasi dalam
organisasi.
Struktur organisasi mempengaruhi SIA. Beberapa hubungan
yang harus dipahami oleh seorang pembuat sistem adalah :
1.
Struktur
organisasi menggambarkan arus informasi yang penting yang dihasilkan oleh SIA.
Arus vertikal ini menunjukkan informasi yang diperlukan oleh manajer untuk
menjalankan tugasnya
2.
Struktur
organisasi menentukan arus horizontal data transaksi yang harus ditangani oleh
personel SIA
Pemakai
informasi akuntansi dapat dibagi dalam dua kelompok besar, yaitu ekstern dan
intern. Pemakai ekstern mencakup pemegang saham, investor, kreditor, pemerintah,
pelanggan, pemasok, pesaing, serikat pekerja, dan masyarakat secara
keseluruhan. Pemakai ekstern menerima dan tergantung pada beragam keluaran dari
SIA suatu organisasi. Sebagian keluaran ini bersifat rutin.
Pemakai intern terutama para manajer, kebutuhannya
bervariasi tergantung pada tingkatannya di dalam organisasi atau terhadap
fungsi yang mereka jalankan. Gambar berikut adalah skema mengenai tingkat
kepentingan manajerial yang berbeda terhadap informasi. Diagram tersebut
menekankan bahwa terdapat kebutuhan dan permintaan informasi yang berbeda pada
tingkat-tingkat manajemen dalam organisasi. SIA mengikhtisarkan dan menyaring
data yang tersedia bagi para pengambilan keputusan. Dengan memproses data, SIA
mempengaruhi keputusan-keputusan organisasi.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar